Ai Bukan Ancaman Bagi Manusia, tapi Teman Kolaborasi
KARIR
Ai itu seperti Petani yang baru saja dikasih Traktor yang dulunya hanya pakai cangkul atau kerbau buat membajak sawah, sekarang dia diberikan kemudahan dengan adanya Traktor, namun permasalahannya petani tidak tahu cara menggunakannya? lalu apa solusinya?
Ai itu seperti Petani yang baru saja dikasih Traktor yang dulunya hanya pakai cangkul atau kerbau buat membajak sawah, sekarang dia diberikan kemudahan dengan adanya Traktor, namun permasalahannya petani tidak tahu cara menggunakannya? lalu apa solusinya?
Petani harus belajar cara menggunakannya terlebih dahulu, tentu menggunakan dengan cara yang benar bukan sekedar menjalankan Traktor saja
Petani bisa juga membayar orang lain yang sudah paham cara menggunakan Traktor
Dua Solusi tersebut untuk menghasilkan tujuan yang sama yaitu membajak sawah dengan lebih cepat dan lebih mudah.
Petani dengan Traktor berkolaborasi. Traktor tidak menggantikan peran petani. Karena memang selalu ada dua pertemuan kebutuhan yang masing-masing memiliki cara penanganannya sendiri. Ada yang hanya bisa disentuh manusia, Ada yang hanya bisa disentuh mesin. Ada juga yang membutuhkan kedua sentuhan tersebut.
Untuk mendapatkan hasil bajakan yang baik diperlukan keterampilan dalam mengoperasikan mesin Traktor. Traktor yang sama bisa menghasilkan hasil bajakan yang berbeda tergantung pada tingkat keterampilan petani dan jenis Traktor yang digunakan.
Namun hasil selalu memiliki nilai yang bagus jika mesin Traktor digunakan oleh petani yang memiliki keterampilan yang baik dalam menggunakan Traktor, bagaimana jika menggunakan Traktor yang lebih bagus? tentu akan mendapatkan hasil bajakan yang lebih baik lagi.
Cerita petani dan Traktor diatas hanyalah sebagai analogi tentang kehadiran Ai dengan diri kita. Anda dan Ai adalah bagian dari cara untuk berkolaborasi. Anda tidak perlu merasa takut akan digantikan dengan Ai.
Ai hanyalah alat saja yang tentu sama-sama memiliki keterbatasan seperti alat canggih lainnya. Ai fokus pada sentuhan digitalisasi. Kalaupun ada Ai yang ditanam pada sebuah perangkat yang fungsinya untuk mengatur pekerjaan fisik seperti sortir barang, cek identitas diri, dan aktivitas lain yang berhubungan Ai tetap butuh sentuhan manusia.
Jadikan Ai sebagai teman yang mau membantu meringankan pekerjaan Anda. Pahami teman Anda agar proses komunikasi atau dengan kata lain proses prompting dengan Ai dapat diartikan secara benar, jika masih dirasa kurang sesuai dengan yang Anda inginkan, Anda cukup memberikan informasi tambahan untuk membantu teman Anda dalam proses memahami dan mengklarifikasi informasi yang dia terima dari Anda.
Gunakan Ai seperti Anda sedang bicara dengan teman Anda, jika respon teman Anda masih belum Anda mengerti atau butuh penjelasan, Anda tinggal bertanya kembali atau memberi informasi tambahan kemudian Ai akan merespon dengan lebih baik. Pastikan setiap obrolan memiliki konteks dan topik yang jelas, tidak mencampur dan berpindah-pindah topik.
Jika saya gambarkan proses prompting itu kurang lebih seperti berikut ini:
Tunjukan atau beritahu posisi teman Anda saat ingin membicarakan topik tersebut, bagian ini yang Google sebut sebagai Persona.
Misal:
Jika Anda saat ini menjadi seorang dokter spesialis….
Berikan perintah atau beritahu kebutuhan Anda dengan jelas, apa yang ingin teman bantu untuk Anda, Google menyebutnya Task.
Misal:
Bagaimana cara mengurangi resiko dari gagal ginjal atau serangan jantung….
Ceritakan aktivitas Anda yang berkaitan dengan hal yang Anda harapkan terjadi, atau yang ingin Anda hindari atau tidak terjadi pada diri Anda seperti yang Anda sampaikan pada bagian Task, ini disebut oleh Google sebagai Konteks.
Misal:
Saya suka berolahraga rutin, dan saat malam hari saat lanjut main futsal 1 jam non-stop, selesai futsal
saya lanjut mandi malam, dan seterusnya.
Beritahu teman Anda informasi dalam bentuk apa yang ingin Anda terima, apakah berupa cerita, berupa daftar, atau berupa studi kasus, dan lain sebagainya, bagian ini Google sebut sebagai Format.
Misal:
Coba ceritakan pengalaman Anda menangani kasus gagal ginjal, coba poin-poin apa saja yang perlu
saya hindari….
Mungkin teman Anda langsung mengerti dan dapat memberikan jawaban yang jelas, atau jawaban yang menurut Anda sudah paling sesuai. Namun jika Anda masih belum jelas, Anda bisa bertanya dan mengklarifikasinya kembali.
Proses ini yang disebut atau bagian dari kolaborasi. Anda tidak hanya meminta teman Anda memberikan jawaban yang cepat, tapi Anda tetap perlu bertanya dan mengklarifikasi tiap jawaban yang teman Anda berikan.
Memverifikasi jawaban yang Anda terima dari Ai adalah bentuk dari pertanggungjawaban terhadap informasi yang Anda terima, karena Teman Anda bisa juga melakukan kesalahan. Dan inilah yang seharusnya terjadi antara Anda dan teman Anda yaitu tempat untuk berkolaborasi, bukan sebagai musuh yang siap menyikirkan Anda.
Ahmad Nur Mubarok
Business Researcher | Digital Workplace | AI Productivity
Related Stories
© 2026 Ahmad Nur Mubarok. All Rights Reserved.
Blog pribadi Ahmad Nur Mubarok. Sebuah ruang dokumentasi digital yang berisi catatan belajar, opini, perjalanan karir, serta rekomendasi teknologi pilihan. Mari berproses dan tumbuh bersama.
Yuk, Berteman Lewat Email!
Dapatkan update artikel terbaru
seputar karir, tekno, dan opini langsung
di inbox-mu.
Tenang, saya nggak bakal nyepam kok!
Kami peduli dengan data Anda sebagaimana tercantum dalam kebijakan privasi kami.